TOP NEWS

Mitra Dakwah

17 Mei 2009

Partai Islam Ideologis






Partai Islam Ideologis
”Mengembalikan Kepercayaan Masyarakat & Memperjuangkan Tegaknya Syariat Islam di Muka Bumi”


Pemilu 2009 sudah semakin dekat, banyak partai yang bermunculan termasuk partai yang berasaskan Islam. Namun, dari berbagai survei yang ada, rakyat cenderung semakin enggan menyalurkan suara politiknya lewat partai-partai yang ada, dengan kata lain ’golput’. Seperti Pilkada periode sebelumnya, Pemilu 2009 juga diperkirakan bakal dimenangkan dengan kelompok yang dinamakan ’golput’ ini. Hasil perolehan suara pada beberapa Pilkada menunjukkan bahwa potensi golput pada Pilkada Jawa barat sebanyak 33%, Jambi 34 %, DKI 35 %, Sumbar 37 %, Jawa timur 39,2 %, Banten 40 %, Kalsel 40 %, Sumut 43 %, Jateng 44 %, dan di kepulauan Riau 46 %. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah semakin tidak percaya dengan para calon pemimpinnya. Diperkirakan pada Pemilu 2009 nanti, Golput akan menang kembali mengalahkan perolehan suara dari partai-partai yang ikut pemilu.
Fenomena Golput dan masa mengambang yang semakin meningkat jumlahnya dari masa ke masa dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya ;

1. Kegagalan Partai dalam berpihak kepada Masyarakat
Terbaca oleh masyarakat bahwa partai-partai yang ada, tidak terkecuali partai Islam, hanya menjadikan parlemen sebagai ladang mencari penghidupan dan kekuasaan.

2. Kegagalan Pendidikan Politik
Kesadaran politik rakyat sama sekali tidak meningkat, karena proses pendidikan politik masyarakat telah terhenti. Partai-partai hanya menyapa rakyat ketika pemilu atau pilkada saja ketika membutuhkan suara rakyat untuk partainya. Inilah buah dari politik pragmatisme yang menguasai perpolitikan saat ini.

3. Pembusukan citra partai Islam
Isu kekerasan terus dilekatkan kepada umat Islam termasuk gerakan/lembaga dan partai Islam. Untuk menghindari isu tersebut, gerakan/lembaga dan partai Islam tersebut cenderung bersifat offensif yang hanya menangkis isu-isu tersebut dan tidak lagi mengemban ideologi Islam sebagai ideologi partainya.. Masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim pun menjadi tidak percaya lagi dengan partai Islam seperti ini dan wajar jika masyarakat memandang partai Islam dan partai lainnya itu tidak ada bedanya.

4. Skandal Politisi
Citra politisi baik pejabat pemerintah maupun DPR sangat buruk dimata masyarakat. Mulai dari kasus korupsi, suap, skandal seks, dll. Hal ini menyebabkan kepuasan publik terhadap pemerintah dan kepercayaan rakyat terhadap DPR turun, termasuk terhadap Partai Politik.

Sikap apatis masyarakat seperti golput ini adalah bentuk ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai politik. Dukungan terhadap partai pun menurun, termasuk dukungan kepada partai Islam.

Lalu, bagaimana mengembalikan kepercayaan masyarakat yang golput ini agar mendukung dan membentengi islam?

Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Partai, diantaranya :
• Memperkuat Partai Islam Ideologis ; yaitu partai yang menjadikan Islam sebagai Ideologinya yang berbasis akidah Islamiyah dan memperjuangkan Syariat Islam sebagai konsekuensi dari akidah tersebut. Arah perjuangan Partai Islam Ideologis ini menegakkan hukum Allah Swt. (Syariat Islam). Tujuannya adalah melanjutkan kehidupan Islam. Metode pelaksanaannya memerlukan sistem kehidupan yang utuh dan menyatu sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw dan diwariskan oleh para sahabat, yaitu Sistem Khilafah.

• Memperkuat konsistensi metode (thariqah) perjuangan yang ditempuh; apabila kita melihat Sirah Rasulullah Saw., jelas bahwa thariqah yang ditempuh Rasulullah Saw., adalah Tatsqif al-ummah (pembinaan umat). Yang menghasilkan kader-kader dakwah yang memiliki kesadaran umum tentang pentingnya penegakan Syariat Islam sebagai pengganti sistem yang buruk.

• Berjuang untuk kepentingan umat; keinginan masyarakat terhadap partai Islam yaitu benar-benar membela kepentingan rakyat (dalam persoalan harga BBM, harga sembako, pendidikan, pelayanan kesehatan,dll) dan memperjuangkan aspirasi Islam. Penelitian oleh PPIM-UIN Jakarta pada tahun 2003 menuliskan 74 % masyarakat Indoesia mengharapkan penerapan Syariat Islam. Survei lain yang dilakukan aktivis gerakan nasional pada tahun 2006, sebanyak 80 % mahasiswa memilih Syariat Islam sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara. Dan survei pada tahun 2008 oleh SEM-Institute menunjukan masyarakat yang setuju Syariat Islam diterapkan di Indonesia mencapai 83 %. Jadi jelas bahwa masyarakat lebih menginginkan Syariat Islam yang diterapkan sebagai aturan hidup bukan aturan-aturan yang dibuat manusia.

• Membangun nafsiyah aktivis partai ; para aktivis dari partai Islam Ideologis merupakan aktivis yang menyandarkan segala aktivitasnya pada Al-Qur’an dan As-Sunah, yang takut kepada Allah Swt., tidak terkena penyakit wahn (Cinta dunia dan takut mati), dan yang terikat kepada hukum Syara’.

• Memperkuat pendidikan politik kepada masyarakat tentang Syariah dan Khilafah; untuk mengubah masyarakat yang apatis, perlu memdidik mereka dengan akidah dan Syariah dari Allah Swt.

Dengan demikian, yang dibutuhkan masyarakat adalah Partai Islam Ideologis, bukan partai Islam yang meninggalkan Ideologi Islam apalagi partai sekular. Partai Islam Ideologis berupaya sungguh-sungguh bagi tegaknya Syariah dan Khilafah. Karena tanpa Syariah tidak akan ada tatanan yang baik untuk Indonesia. Tanpa Khilafah, umat Islam tidak akan bersatu. Dan tanpa persatuan umat tidak cukup kuat untuk memjawab tantangan-tantangan eksternal.

0 komentar: